Berita
Estimasi Baca: 2 Menit

RAPAT TINJAUAN MANAJEMEN, PERKUAT PENERAPAN MUTU DAN MANAJEMEN RISIKO

HU

Humas

22 Okt 2026 Dilihat 30 kali

Banda Aceh, 22/10/2026 - Pengadilan Tinggi Banda Aceh menggelar Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) di Ruang Aula Utama, pada hari Kamis tanggal 22 Oktober 2026. Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Tinggi Banda Aceh Dr. Sutio Jumagi Akhirno, S.H., M.Hum., didampingi Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Banda Aceh A Bondan, S.H., M.H., serta dihadiri oleh para Hakim Tinggi, Hakim Ad Hoc, Panitera, pejabat struktural dan fungsional pada bagian Kepaniteraan dan Kesekretariatan, serta seluruh staf Pengadilan Tinggi Banda Aceh.

Rapat Tinjauan Manajemen ini membahas sejumlah hal strategis terkait evaluasi penerapan manajemen mutu, pemenuhan dokumen dan eviden Asesmen Mutu Pengadilan Unggul dan Tangguh (AMPUH), serta penguatan manajemen risiko sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas tata kelola dan pelaksanaan tugas di lingkungan Pengadilan Tinggi Banda Aceh.

Pembahasan diawali dengan penelaahan temuan serta kelengkapan dokumen dan pemenuhan eviden AMPUH. Evaluasi tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut untuk memastikan setiap aspek penilaian didukung oleh bukti yang memadai dan pelaksanaannya sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan. Pemenuhan dokumen dan eviden juga menjadi perhatian dalam memastikan konsistensi penerapan sistem manajemen mutu di seluruh unit kerja.

Agenda berikutnya membahas aspek manajemen risiko, khususnya terkait hasil dan tindak lanjut dari kedatangan Tim Penilai Internal (TPI) beberapa waktu lalu. Dalam pembahasan ini, perhatian diarahkan pada pentingnya mengidentifikasi potensi risiko, memastikan langkah pengendalian dilaksanakan secara tepat, serta menindaklanjuti setiap aspek yang memerlukan perbaikan. Langkah tersebut diperlukan agar potensi kendala dapat diantisipasi dan pelaksanaan tugas organisasi berjalan secara efektif.

Melalui Rapat Tinjauan Manajemen ini, Pengadilan Tinggi Banda Aceh terus mendorong penguatan koordinasi dan evaluasi berkelanjutan di seluruh unit kerja. Setiap temuan dan aspek yang memerlukan penyempurnaan diharapkan dapat ditindaklanjuti secara terukur dan konsisten, sehingga penerapan manajemen mutu dan manajemen risiko semakin optimal.