
Banda Aceh, 6/2/2026 - Dalam rangka meningkatkan kualitas administrasi kepegawaian, Pengadilan Tinggi Banda Aceh menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan Quality Control pengisian Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) pada aplikasi E-Kinerja BKN. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat tanggal 6 Februari 2026 ini materi disampaikan Rasyed Hakimsyah Ginting, S.Kom., yang merupakan Analis Sumber Daya Manusia Aparatur Ahli Muda pada Pengadilan Tinggi Banda Aceh.
Dalam paparannya, Rasyed menekankan pentingnya akurasi dalam penyusunan Rencana Hasil Kerja (RHK) agar selaras dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) organisasi. Beliau menyoroti beberapa permasalahan yang masih sering ditemukan, seperti jabatan yang kosong, unit organisasi (unor) yang salah, hingga penggunaan kalimat RHK yang masih bersifat aktivitas, bukan capaian hasil.
"RHK individu seharusnya mendukung RHK atasan, bukan sekadar menyalin atau sama persis dengan RHK atasan," ujar Rasyed saat menjelaskan materi terkait perumusan RHK. Beliau memberikan contoh konkret bahwa kalimat capaian harus berbasis hasil, seperti "Tersedianya laporan" atau "Terarsipkannya berkas", alih-alih menggunakan kalimat aktivitas seperti "Melakukan pengarsipan".
Selain itu, sosialisasi ini juga membahas mengenai:
- Kesesuaian Data Dukung: Peserta diingatkan untuk menyesuaikan judul data dukung dengan hasil pekerjaan dan menghindari penulisan judul yang hanya berupa tautan (link) Google Drive tanpa keterangan yang jelas.
- Matriks Peran Hasil (MPH): Penurunan RHK dari unit lain yang lebih sesuai, seperti pengembangan kompetensi yang seharusnya diturunkan dari subbagian kepegawaian melalui MPH.
- Integrasi ke SIASN: Penekanan pada pentingnya menekan tombol "Kirim ke SIASN" setelah nilai SKP keluar, karena keterlambatan dalam tahapan ini dapat berdampak pada proses kenaikan pangkat dan gaji berkala pegawai.
Kegiatan ini diharapkan dapat meminimalisir kesalahan dalam pengisian E-Kinerja sehingga data kinerja aparatur di lingkungan Pengadilan Tinggi Banda Aceh menjadi lebih akuntabel dan terintegrasi dengan baik di sistem nasional.



